Bagian 2
Latian terus…
Latian terus…
Latian teruuuuus…
(Heran nih, kapan sih latian baris ini berakhir?)
Selang sekitar satu bulan, akhirnya kami akan menjalani pelantikan. Yah, berat bangeeeet diawalnya. Tapi bukan berarti akhirnya hepi ending. Bagian akhir dari prosesi pelantikan adalah….
Jeng-jeng!!!
Terkurung dalam penjara udara!
Yang diatas sebenernya dapat diartikan : kami semua yang sudah berpakaian ala paskib disuruh masuk ke dalam ruangan atau (dulunya) aula atas. Dan, semua ventilasi ditutup memakai koran. Akibatnya, kami saling berebut udara di dalamnya. Belum lagi di ruangan tersebut remang-remang hanya di sinari cahaya lilin yang ditata dan bau bunga-bunga juga kemenyan (mungkin). Beeer… di dalam, tak ada suara. Mungkin hanya bisikan-bisikan kecil. Lama sekali aku menunggu kapan ini semua berakhir, karena aku sudah berkeringat dan pegal karena berdiri terus.
Prosesi pelantikan pun usai. Pintu yang tadinya juga ditutup, sekarang dibuka lebar-lebar. Kakak kelas 2 dan juga alumni yang tadi berada di luar (Huft, aku juga pengen di luar. Habis udah basah nih baju kena keringat) malah ikutan masuk dan alhasil penuhlah aula itu.
Nanging, neng kono ono kejadian yang tak terduga…
“ Dhek! selamat ya!”
Aku menoleh ke sumber suara yang ada di belakangku. Tahu-tahu ada tangan terjulur ke arahku. Aku menyambutnya hanya dengan senyuman ‘dipaksakkan’.
“Makasih,”
Dan, kalian tahu siapa orangnya? Yap, tepat! Exactly, great, congrulations, pokokke mak nyus! ( lho? ) Si-Masnya! Bujet dah, dapet rejeki ape nih gue?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar