Selasa, 26 Juli 2011

My School and My Love has Just Begun Last Chap.

Bagian 5

Sekarang, aku ngeliat dia sebelah mata. Hanya sebagai kakak kelas saja, nggak lebih…

Rasa itu pudar sudah … lagian dia pernah ngomong berduaan sama anak perempuan itu di depan mataku. Aku ‘kan sebel (cemburulah). Yap, aku sebel. Banget!. Aku ngelewati mereka dengan cueknya, namun tahu-tahu ada seseorang manggil aku, ia duduk persis di depan mas D dan anak itu. Sepertinya, (J) ingin menyampaikan pesan padaku.  Aku benar-benar sebel,  karena aku harus ngomong di depan mereka (mas D and anak itu).
“ (N) belum pulang ya?” tanyaku.
“ Katanya kamu disuruh nunggu,”
“ Iya, sih. Tak tunggu di depan aja deh.” Kataku dengan nada cuek,” Terimakasih,”
Aku ngerasa dia ngeliatku bicara sama (J) itu. Huh, biar aja deh.

Nah, sifatku itu berlangsung sampe sekarang…

Tiap ketemu dia aku pasti pura-pura nggak kenal. Pernah, berkali-kali malah, saat kami bertemu, aku sama dia tatapan mata. Dan, sifatku yg cuek itu muncul lagi. Aku menatap matanya kosong. Dan, sialnya lagi…saat mataku bertemu dengannya ada sengatan listrik yang aku rasakan.



Sampai sekarang aku masih tidak tahu harus apa…
Aku ingin menjadi orang terkasihnya, tapi ada sesuatu yang menghalanginya…
Rasanya aku ingin berteriak sesuka hatiku…
Melepas segala sakit hati yang kurasakan…
Dengan begitu aku akan lega…
Dan juga…
Aku ingin minta maaf ketika aku bertemu dengannya…
Aku hanya bisa menatap matanya kosong…
Aku menjalani hidupku sebagaimana air mengalir…
Penuh dengan rintangan…
Penuh dengan luka…
Tapi (semoga) pada akhirnya, air itu akan menemukan tujuannya … laut …
Begitu juga dengan hidupku…
Tak pernah kubayangkan bagaimana hidupku kelak…
Tanpa cinta…
Tanpa orang yang terkasih…

My School and My Love has Just Begun 4

Bagian 4

Klo ngebayangin yg manis-manis itu mesti enak rasanya. Tapi, kenyataannya menyakitkan…

Aku, di kelasku dianggap anak yang masih polos. Senang sih, walaupun begini-begini berarti aku masih dianggap. Banyak yg menerimaku apa adanya. Nggak seperti waktu smp, huh…apaan tuh? *bercanda*

Latian tonti nih…
Aku berharap bertemu dia walaupun Cuma sekali. Dan, aku senang sekali kalo ada dia yg ikut ngajar adik kelasnya baris-berbaris. Pernah sekali dua kali dia ngajar aku, karena kebanyakan ngajarnya di anak cowok. Saat itu aku menganggap klo dia juga suka aku (dlm arti kakak adik).

Yap, kalian tahu? Aku belum tahu namanya sama sekali saat itu… tapi, saat searching di internet (FB), tahu-tahu aku ngeliat fb-nya. Senang sekali karena di situ juga terpampang namanya. Satu langkah lebih dekat nih…

Beberapa hari sudah berlalu, di hatiku semakin berbunga-bunga ketika liat dia. Entah kenapa? Aku saja bingung. Dan aku meyakinkan diriku klo ini hanya cinta sesaat. Dan benar saja…

Aku diajak sholat sama temenku, yaa…tak sengaja juga sih aku tobat waktu itu *hehe*. Habis sholat, saat aku memakai sepatu, ada kakak kelas yg mengejek salah seorang anak tonti juga. Anaknya manis, setahun lebih muda dibandingin aku.

“ Cie…masD-nya mana? Kok nggak bareng?”
Aku kaget. MasD? Jangan-jangan dia? Batinku.
“ Nggak tahu, ah!” jawab anak perempuan itu dengan malu-malu.

Benar saja sepertinya ada hubungan antara mas D dan anak ini … aku akan menyelidiki lebih jauh …

Pulang tonti, secara nggak sengaja aku ngeliat mas D sama anak perempuan tadi lagi boncengan. Sepertinya, dia lagi nganterin anak itu pulang.

Aku menunduk lesu…ternyata hanya begini saja? Aku yg dulunya sering ngeliat dia dan akhirnya jadi suka, aku yang berusaha mati-matian agar ngelupain cowok dan seenaknya saja dia masuk pikiranku, aku yg berusaha nyari namanya, aku yg berusaha ngebayangin dia jadi suamiku kelak, hanya begini akhirnya???

Aku rasanya ingin berteriak keras! Aku benci cowok!

My School and My Love has Just Begun 3

Bagian 3

Hari-hari di sekolah nggak ada yang istimewa. Kegiatannya Cuma itu-itu doang! Aku saja masih dongkol gara-gara guru di sekolah ini jarang yang ngajarnya niat. Kalaupun ada yang niat, itumah kelewatan banget. Oke, dari dulu aku inigin mengelompokkan guru yang niat dan yang enggak.

Yang niat nih, Bu ****** ( nah, klo semua guru kayak beliau pasti deh sekolah ini bakalan bagus), Bu ***** ( klo dia emang niat, tapi . . . keterlaluan sm anak cewek. Huh!), guru ***.   

Yang niat nggak n**t, Bu b. Indo, pak geografi, pak b. jepang, pak seni musik ( beliau sering banget ngelucu, 50:50, pelajaran ama guyonannya), bu b, jawa, pak sosiologi.

Yang nggak niat nih, Bu ****** ( ngajar pake b, inggris yg pas-pasan), pak guru OR (cuek abizzz! Tapi enak nih guru!), Pak ***** (kebanyakan ngomong dan aku kebanyakan nggak mudengnya), Bu Ekonomi ( Haaah . . . klo ama beliau harus pasrah, dan harus dikasiani. Soalnya beliau klo ngomong lirih jadi banyak yg nggak ngedengerin), Pak ******** ( dia sih kadang jengkelin. Guru ngajar kok mbaca terus… guru apaan tuh? Klo Cuma mbaca doang, aku mah bisa!), bu ***** ( guru b,ingg…kadang nggak perhatian ama anak klas X1. Dia ‘kan wali klas X1, tapi sm sekali tidak peduli!), Guru Sejarah… klo tak perhatiin sifatnya beliau hampir mirip sm pak ********), bu agama (Ngejengkelin!).

Nah, perbandingannya lakyo banyak banget toh?

Pulang-pulang nih… karena kelasku ada di pojokan atas, aku sering banget liat ke bawah siapa tahu dia nongol. Hehe…skalian cuci mata. Dan gara-gara suka liat wajahnya, entah kenapa aku sering banget ngalami kayak serangan listrik klo liat dia.

Padahal, aku banyak nangis gara-gara cowok. Aku dulu benci banget sm yg namanya cowok. Aku berusaha mati-matian buat nggak ngeliat cowok. Tapi, aku sial banget ya? Cowok satu itu… kurang ajar banget. Aku yg sedang usaha, eh, malah dia masuk kedalam pikiranku dengan mudahnya. Sial!

Tapi, saat aku liat dia…(nggak sengaja), dia sama temen-temennya masuk masjid dan aku baru sadar klo dia anak sholeh. Aku senang sekali, aku senyum-senym sendiri. Saat itu aku ngebayangin klo aku ntar nikah sm dia, pasti dia mau ngebimbingku. Dan, aku akan menjadi istri yang baik…

Namun, ada sesuatu yang tidak kuketahui saat itu…

My School and My Love has Just Begun 2

Bagian 2

Latian terus…
Latian terus…
Latian teruuuuus…
(Heran nih, kapan sih latian baris ini berakhir?)
Selang sekitar satu bulan, akhirnya kami akan menjalani pelantikan. Yah, berat bangeeeet diawalnya. Tapi bukan berarti akhirnya hepi ending. Bagian akhir dari prosesi pelantikan adalah….

Jeng-jeng!!!

Terkurung dalam penjara udara!

Yang diatas sebenernya dapat diartikan : kami semua yang sudah berpakaian ala paskib disuruh masuk ke dalam ruangan atau (dulunya) aula atas. Dan, semua ventilasi ditutup memakai koran. Akibatnya, kami saling berebut udara di dalamnya. Belum lagi di ruangan tersebut remang-remang hanya di sinari cahaya lilin yang ditata dan bau bunga-bunga juga kemenyan (mungkin). Beeer… di dalam, tak ada suara. Mungkin hanya bisikan-bisikan kecil. Lama sekali aku menunggu kapan ini semua berakhir, karena aku sudah berkeringat dan pegal karena berdiri terus.

Prosesi pelantikan pun usai. Pintu yang tadinya juga ditutup, sekarang dibuka lebar-lebar. Kakak kelas 2 dan juga alumni yang tadi berada di luar (Huft, aku juga pengen di luar. Habis udah basah nih baju kena keringat) malah ikutan masuk dan alhasil penuhlah aula itu.

Nanging, neng kono ono kejadian yang tak terduga…

“ Dhek! selamat ya!”

Aku menoleh ke sumber suara yang ada di belakangku. Tahu-tahu ada tangan terjulur ke arahku. Aku menyambutnya hanya dengan senyuman ‘dipaksakkan’.

“Makasih,”

Dan, kalian tahu siapa orangnya? Yap, tepat! Exactly, great, congrulations, pokokke mak nyus! ( lho? ) Si-Masnya! Bujet dah, dapet rejeki ape nih gue?


Senin, 25 Juli 2011

My School and My Love has Just Begun 1

Bagian 1

Aku sekarang sekolah di SMA N ******. Sebenarnya aku ingin sekolah di S******, tapi tidak diijinkan oleh Babeku (Ayah). Ya sudahlah, jalani saja dulu, batinku.

Kalo dipersingkat, saat ini sudah memasuki Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS, menurutku aneh jika tidak ‘dianeh-anehin’. Betul sekali, kami, semua murid baru di sekolah ini disuruh membawa perlengkapan yang menyusahkan untuk mendapatkannya. Contohnya nih, di hari terakhir kami disuruh untuk membawa bunga mawar dan pita-pita. Sumpah, buat cari bunga mawarnya aja aku bingung kemana. Untungnya ada ortu yang siap membantu. Dan, alhasil mereka mendapatkan bunga mawar itu. Tau di mana? Di Jogja! Aku sampe nggak rela hati.

Setelah MOS berakhir ternyata nggak bisa bernapas lega setelah itu. tiga hari selanjutnya, kami mengikuti SECAPA (Seleksi Calon Paskibraka), ya seperti baris-berbaris itulah. Ternyata, kalo dibayangin Mos itu lebih mendingan daripada secapa. Aturannya beuh, mengerikan. Kami seperti dikurung dalam penjara. Dan kegiatan itu tidak hanya membuatku capek, lelah, emosi, panas, tapi juga membuatku kehilangan suaraku. Haha . . . emang lucu sih tapi itu membuatku frustasi apalagi karena setelah itu aku akan diwawancarai. Sebelumnya aku terpilih untuk ikut tes seleksi. Tes pertama yaitu wawancara.

Aku benar-benar bingung. Kalo suaraku tidak keluar, bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan nanti ? Kemudian, secara tidak sengaja, aku bertanya pada seorang cowok. Entah namanya siapa aku tidak peduli.
Dengan suara angin aku ngomong,” Mas…aku nggak bisa ngomong. Trus ntar wawancaranya gimana?” dan, si-Masnya itu menjawab dengan cuek,” Masuk aja dulu,” aku langsung membatin, kurang ajar emangnya aku ini apa? Dicuekin kayak gitu!

Sebelum masuk ruangan itu, aku berdo’a. Ya Allah tolonglah hambamu ini . . .

Tes itu tak berlangsung lama, karena Alumni (pewawancara) itu kasian padaku. Heheh , , , ternyata ada gunanya juga nggak bersuara.

Saat kami (anak* tonti) menjalani latihan demi latihan yang membuat otak kram, eh salah, maksutnya tubuhnya yang kram, aku tak sengaja melirik bagian kakak kelas 2 berkumpul. Mataku seperti diperintah untuk melihat dia. Aku baru menyadari kalo dia adalah kakak kelasku waktu smp (kalo nggak salah). Aku bahkan berpikir kalo dia adalah adik sepupuku. Tapi, sepertinya bukan. Heheh…mirip sih. Yah, mungkin itulah awal mulanya bagaimana aku tertarik pada co’ waktu SMA.